Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Uncategorized · 12 Agu 2023 06:22 WIB ·

Jokowi Diusulkan Jadi Ketum Partai Golkar, Sulaisi Abdurrazaq: Tidak Cukup Syarat


 Jokowi Diusulkan Jadi Ketum Partai Golkar, Sulaisi Abdurrazaq: Tidak Cukup Syarat Perbesar

 

Pamekasan — Patroli Berita  Indonesia

Liputan Hukum Indonesia – Presiden Jokowi diusulkan oleh Koordinator Nasional Forum Komunikasi Aktivis Golkar (Forkom AG), Lisman Hasibuan untuk memimpin Partai Golkar sebelum pemilu 2024. Hal ini disampaikan Lisman melalui siaran persnya di Jakarta pada Kamis (29/6/2023) lalu.

Menanggapi hal tersebut, kader muda Golkar, Sulaisi Abdurrazaq mengatakan bahwa Jokowi tidak memenuhi persyaratan untuk menahkodai partai berlambang pohon beringin itu.

Sulaisi menjelaskan, Partai Golkar merupakan partai yang disiplin dan menghormati proses kaderisasi, serta memiliki banyak pengalaman dan sistem yang kuat. Sehingga kedaulatan penuh ada di tangan anggota.

Terlebih, Partai Golkar sendiri dikenal memiliki sifat yang mandiri, terbuka, demokratis, moderat, solid, mengakar, responsif, majemuk, egaliter, dan berorientasi pada karya serta kekaryaan.

“Meski seorang presiden, Pak Jokowi itu tidak cukup syarat memimpin Partai Golkar. Partai ini bertahan dan tetap besar hingga saat ini karena sistemnya kuat,” kata Sulaisi Abdurrazaq kepada awak media di Pamekasan, Sabtu (12/8/2023).

Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pamekasan itu menilai, Lisman Hasibuan hanya mencari panggung dalam mengusulkan Jokowi menjadi ketua umum Partai Golkar. Bahkan kata dia, Lisman terlihat seperti orang yang tidak memiliki wawasan kepartaian.

“Itu hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP) atau Asal Bapak–Jokowi–Senang (ABS). Terkesan hanya cari muka dan ingin manggung saja,” ujar Alumnus Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Lebih lanjut, pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kabupaten Pamekasan itu menyampaikan, seluruh kader Partai Golkar harus hormat dan tunduk terhadap mekanisme normatif serta mematuhi peraturan partai.

“Sudah jelas Pak Jokowi kader PDI Perjuangan, kok malah didorong-dorong jadi Ketum DPP Partai Golkar. Tidak pernah aktif terus menerus menjadi anggota paling tidak 5 (lima) tahun, dan seterusnya. Kan ngaco aja tuh Lisman,” tegas Sulaisi.

“Masak sekelas Kornas gak paham aturan main. Bakal calon ketua umum Partai Golkar itu harus memenuhi beberapa syarat,” sambungnya.

Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur itu juga menyarankan, agar Lisman sebaiknya kembali menelaah Pasal 27 Juklak DPP Partai Golkar No: Juklak- 2/DPP/GOLKAR/II/2020 tentang Musyawarah-Musyawarah dan Rapat-Rapat Partai Golkar Perubahan atas Juklak No: Juklak- 5/DPP Golkar/VI/2016 Tentang Perubahan Juklak-4/DPP/GOLKAR/XII/2015 Tentang Penyelenggaraan Musyawarah-Musyawarah Partai Golkar di Daerah.

Menurutnya, seorang Koordinator Nasional sangat penting mempelajari aturan itu, agar ketika berbicara tentang Partai Golkar tetap memiliki kapasitas dan kualifikasi.

“Kalau tidak punya wawasan tentang Golkar sebaiknya diam saja. Biarkan Golkar fokus menangkan kontestasi 2024,” tutupnya.

Ada pun syarat-syarat untuk menjadi Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar, diantaranya sebagai berikut:
1. Pernah menjadi pengurus Partai GOLKAR tingkat pusat dan/atau sekurang kurangnya pernah menjadi Pengurus Partai GOLKAR tingkat Provinsi dan/atau pernah menjadi Pengurus Pusat Organisasi Pendiri dan Yang Didirikan selama 1 (satu) periode penuh;
2. Berpendidikan minimal S1 (Strata- 1) atau yang setara/sederajat;
3. Aktif terus menerus menjadi anggota Partai GOLKAR sekurang- kurangnya 5 (lima) tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain;
4. Dinyatakan lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai GOLKAR;
5. Memiliki Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas dan Tidak Tercela (PD2LT);
6. Memiliki kapabilitas dan akseptabilitas;
7. Tidak pernah terlibat G 30 S/PKI;
8. Bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerja sama secara kolektif dalam Partai GOLKAR.

Diketahui sebelumnya, Koordinator Nasional Forum Komunikasi Aktivis Golkar (Forkom AG) Lisman Hasibuan mengusulkan Jokowi untuk memimpin Partai Golkar sebelum Pemilu 2024 nanti.

“Jika Partai Golkar ini ingin besar dan jadi pemenang di Pileg/Pilpres 2024 nanti maka seluruh kader dan struktur Partai Golkar harus siap dan solid mengusung Pak Jokowi jadi Ketua Umum Golkar sebelum Pemilu 2024,” ujar Lisman dapam siaran persnya di Jakarta pada Kamis (29/6/2023).

Menurut Lisman, demi kelangsungan dan keberlanjutan semua pembangunan di era Presiden Jokowi maka Presiden ke-7 RI itu harus menakhodai Partai Golkar.

“Jika nanti Golkar bisa jadi pemenang Pileg dan Pilpres, maka secara otomatis kendali dan arah pembangunan masih berada di tangan Pak Jokowi karena negara ini masih berada di bawah kendali partai dan DPR,” ujar Lisman yang juga aktivis KNPI sekaligus Kornas Relawan Indonesia Bersatu Pendukung Jokowi ini.

Menurut Lisman, dirinya akan menyosialisasikan ke semua stakeholders demi menyelamatkan Partai Golkar.

“Golkar butuh figur seperti Pak Jokowi. Visi dan misinya jelas untuk kejayaan bangsa,” tegas Lisman.

Kalau berbicara kader, kata Lisman, Golkar itu ada aturan yang tidak tersurat bahwa tokoh- tokoh bangsa bisa langsung menjadi kader bahkan menduduki jabatan struktural tanpa melalui jenjang kader.

“Contoh saja, Ridwan Kamil yang langsung diberi posisi Waketum DPP Golkar. Mengapa tidak jika Jokowi berkenan,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

“PARA PUTRA WAYAH MADURA HADIRI BPF 2024 Di YOGYAKARTA”

22 Mei 2024 - 00:28 WIB

Beri Dukungan Kinerja PJ Bupati Sampang, Ribuan Massa Turun Jalan

21 Mei 2024 - 15:01 WIB

WALI KOTA ERI SIAPKAN FESTIVAL SAMBELAN MASUK RANGKAIAN HJKS TAHUN 2025

20 Mei 2024 - 22:40 WIB

FESTIVAL RUJAK ULEG 2024 USUNG TEMA ‘THE HISTORY OF RUJAK CINGUR’, WALI KOTA ERI CAHYADI: SIMBOL KEBERSAMAAN WARGA SURABAYA

20 Mei 2024 - 22:39 WIB

Pj. Bupati Andriyanto Berangkatkan 366 Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter Pertama Kabupaten Pasuruan

20 Mei 2024 - 22:37 WIB

Hari Ini, 1095 CJH Kabupaten Pasuruan Diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo

20 Mei 2024 - 22:36 WIB

Trending di Uncategorized