Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Jakarta · 4 Mei 2024 00:38 WIB ·

LAGI-LAGI DILAPORKAN KE POLDA METRO JAYA, MAYJEND TNI PURN. EDDY KRISTANTO DALAM JABATAN SEBAGAI DIREKTUR UTAMA PT TFORCE INDONESIA JAYA, DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN INVESTASI BODONG, DILAPORKAN PARA KORBAN MELALUI KUASA HUKUMNYA – DHIPA ADISTA JUSTICIA LAWFIRM


 LAGI-LAGI DILAPORKAN KE POLDA METRO JAYA, MAYJEND TNI PURN. EDDY KRISTANTO DALAM JABATAN SEBAGAI DIREKTUR UTAMA PT TFORCE INDONESIA JAYA, DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN INVESTASI BODONG, DILAPORKAN PARA KORBAN MELALUI KUASA HUKUMNYA – DHIPA ADISTA JUSTICIA LAWFIRM Perbesar

Jakarta — Patroli Berita Indonesia

 

Kejadian bermula sejak Bulan Maret 2022, di mana T (Inisial) diajak oleh rekannya yang telah lebih dulu bergabung untuk mengikuti kegiatan investasi di PT Tforce Indonesia Jaya, yakni penjualan alat kesehatan berupa Bantal, Matras, Bed Cover dan Selimut yang diklaim mengandung Batu Turmalin dengan metode penjualan secara Multi Level Marketing (MLM).

 

Awalnya Korban (T) datang ke

Kantor Tforce (Tforce Tower) yang

beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 86,

Jakarta Utara. Sesampainya disana,

Korban bertemu Para Staf Marketing

Tforce dan dijelaskan terkait model

bisnis / skema investasi yang dijalankan oleh Tforce. Di mana Para Member diwajibkan membeli “titik” atau paket penjualan yang setiap paketnya berisi Bantal, Matras, Bed Cover Para Staf Marketing Tforce yang harganya berkisar antara Rp. 40,000,000.- s.d

Rp. 55,000,000.- / paketnya.

 

Staf Marketing menjelaskan dan

memberikan iming-iming keuntungan berjenjang setiap bulannya selama 21 Bulan hingga total keuntungan sebesar

200% s.d 300% kepada setiap Calon

Member yang ingin bergabung.

 

Tergiur akan iming-iming yang

ditawarkan serta melihat Gedung

Tforce Tower yang mewah dan terlihat

bonafide, Para Korban pun tak kuasa untuk menolak tawaran untuk mengikuti kegiatan yang semula “dianggap” murni

sebagai investasi tersebut.

 

Salah seorang Korban (T) akhirnya membeli paket penjualan atau “titik” tersebut hingga total senilai Rp.1,700,000,000.- (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) yang ditransfer secara

bertahap ke Rekening Perusahaan a.n PT Tforce Indonesia Jaya.

 

Sebenarnya, Para Korban mau membeli paket penjualan alat kesehatan tersebut

bukan karena benar-benar ingin menggunakan atau menjual kembali alat kesehatan tersebut. Namun Para Korban hanya terbuai dengan iming-iming dan janji-janji keuntungan menggiurkan yang ditawarkan oleh pihak Tforce tersebut.

Seiring waktu berjalan, akhirnya apa yang dikhawatirkan pun terjadi juga.

 

Pihak Tforce tidak lagi membayarkan keuntungan sebagaimana dijanji janjikan kepada Para Korban. Bahkan modal awal Para Korban juga tidak dikembalikan. Nahas, Korban

dirugikan sebesar Rp. 1,700,000,000.- dari modal awalnya.

 

Tforce beralasan bahwa sedang mengalami penurunan penjualan hingga tidak mampu membayarkan keuntungan

kepada Para Korban. Tidak seperti penjelasan Para Staf Marketing-nya yang menjanjikan keuntungan tanpa syarat dan tanpa harus mencari member baru (Downline), melainkan hanya menjelaskan jika semakin banyak membeli “titik” atau paket penjualan, maka prosentase keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak.

 

Setelah Korban saling bercerita dengan Para Korban lainnya, ternyata bernasib

serupa. Bahkan banyak Korban lain yang mengalami kerugian jauh lebih besar dari kroba (T).

 

Informasi yang didapat sementara, Para Korban yang diperkirakan mencapai ratusan orang tersebut telah dirugikan hingga total keseluruhan kerugiannya mencapai angka Ratusan Miliar Rupiah.

 

Mengetahui hal tersebut, Para Korban sudah berupaya untuk menyelesaikan

permasalahan tersebut secara kekeluargaan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sehingga Para Korban melalui Kuasa Hukumnya (DHIPA ADISTA JUSTICIA LAWFIRM) telah membuat Laporan Polisi terhadap Direktur Utama PT Tforce Indonesia

Jaya, yakni Bapak MAYJEND TNI PURN. EDDY KRISTANTO di SPKT Polda Metro Jaya, sebagaimana Nomor: LP/B/2327/IV/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 30

April 2024 dan saat ini masih berjalan proses hukumnya.

 

Para Korban berharap mendapatkan keadilan serta Pihak Polri dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan

sesuai SOP dan ketentuan hukum yang berlaku. (Idham//)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024

1 Juni 2024 - 11:34 WIB

AHY Buka Hotline Pengaduan Mafia Tanah,dan kepastian Hukum,catat nomor nya.

1 Juni 2024 - 05:22 WIB

KAKI Harap Presiden Jokowi Tidak Pilih Ketua KPK Dari Lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, Berikut Penjelasannya 

1 Juni 2024 - 05:16 WIB

Letjen TNI Richard Tampubolon Ditunjuk Jadi Narasumber Kesiapan Pilkada 2024 di Papua

31 Mei 2024 - 00:17 WIB

Lea Elfara Raih Penghargaan Internasional di World Meet 2024 dan Gelar “PRINCESS” dari Kerajaan Thailand 

18 Mei 2024 - 10:14 WIB

Ketum Dharma Pertiwi:  Peran Serta Dharma Pertiwi Wujudkan Ketahanan Pangan

14 Mei 2024 - 00:21 WIB

Trending di Jakarta